Showing posts with label Let's get married. Show all posts
Showing posts with label Let's get married. Show all posts

5.07.2011

Let's get married part 2

Title: Let'a Get Married

Author: Taniyae shawolelf a.k.a Lee chaesa

Main Cast: Cho Kyuhyun,cho shiwon,lee chaesa , lee chaeri,

Support cast:

Legth: Sequel

Genre: Romance

ranting : PG-15


Chaesa…Chaesa… Bangun Chaesa Nanti terlambat ke sekolah. Ayo Chaesa, bangun!” perintah Kyu sambil memukul-mukul tanganku.

“Aaaahhh… Lima menit lagi,” pintaku

.




“Kalau kau tidak bangun sekarang, aku akan panggil umma sekarang juga dan aku akan memakan pisangmu. Ayo cepat bangun!” Kali ini Kyu memukul tangan ku lebih keras.

“AW… SAKIT!!!” Jeritku, “Kau tidak bisa membangunkanku dengan cara lebih lembut ya? Dan jangan sentuh makananku, kalau kau tak ingin menyesali hidupmu,” ancamku.

“Aku tak peduli. Siapa cepat dia yang DAPAT. Aku tunggu di meja makan 10 menit. Jika kau tak siap dalam waktu itu, jangan harap kau kusisakan,” Kali ini Kyu yang balik mengancamku.




Kyu kemudian meninggalkanku, aku melihatnya sudah siap dengan seragam musim panasnya, sementara aku masih berpiyama. Aku bergegas bangkit dari ranjangku menuju kamar mandi yang ada dikamarku, kemudian mencuci muka, berkumur dan menggosok gigi kemudian mengganti pakaianku. Aku akan terlambat jika mandi dulu. Syukur aku sudah menyiapkan buku-buku pelajaranku tadi malam. Aku menyemprotkan pewangi keseluruh tubuhku. “Hmm… Walau tak mandi, aku masih tetap kelihatan cantik. Hahaha,” kataku dalam hati sambil mematut diriku di cermin, “Yaks, aku siap.”

Aku pun menuju ruang makan. Kulihat ayah, ibu dan Kyu sudah menyantap sarapan paginya.

“ Seperti biasa kau cepat sekali berdandan, pasti kau tidak mandi kan Chaesa?” selidik ayahku.

“Huh, Ayah tega sekali menuduhku,” Kataku sambil mengambil makanan kesukaanku, pisang. “Tak sampai 10 menit kan Kyu? Bhebhebhebhe…,” kataku sambil memakan pisangku.

“ JOROK” kata Kyu pendek dan tanpa rasa berdosa.

Aku bersiap siap melemparkan piring ke wajah Kyu tetapi ayahku berhasil menangkap tanganku. “Pengantin baru jangan sering-sering bertengkar! Ayo Chaesa, cepat habiskan makananmu,” titah ayahku.

“Aku sudah selesai, Ayah,” ujar Kyu.

“Klo begitu ayo kita berangkat, Kyu,” ajak ayahku.

“Chaesa, kami berangkat duluan. Seperti biasa kau berangkat dengan ibumu, ya!” kata ayahku sambil mencium keningku.

Sejak aku dan Kyu menikah sebulan yang lalu, beginilah rutinitas kami di setiap pagi. Kyu sekarang menggantikan ibuku untuk membangunkanku, dan Ayah selalu mengantarnya ke sekolah setiap hari. Kami tidak berangkat bersama untuk menghindari kecurigaan orang-orang atas hubungan kami. Penikahan kami masih dirahasiakan, juga belum didaftarkan ke Negara, jadinya di sekolah aku tetap menggunakan nama keluarga ku,Lee Chaesa. Bukannya menjadi Cho Chaesa. Suatu hari ibuku pernah berkata jika dia tidak suka melihat aku memarahi Kyu, padahal ibuku tak tahu betapa dinginnya sikap Kyu kepadaku. Di sekolah dia sekali pun tak pernah menegurku, bahkan aku lihat dia berusaha sejauh mungkin dariku. Aku sakit hati dengan sikapnya itu. Saat kami hanya berdua di kamar pun sikap dinginnya tak hilang. Dia hanya masuk kekamarku jika sudah ingin tidur dan ketika berbaring, dia langsung terlelap. Tak ada itikad baik darinya untuk menyapaku dan berkata manis.

————-

“Hmm… Apa aku salah masuk kompleks ya? Kenapa rumahnya belum ketemu sih,” gumam Chaeri dalam hati.

Tiba-tiba…



“Ada yang bisa kubantu, Nona?” Tanya seorang pria muda kepada Chaeri. Dia tertegun melihat pria itu, benar-benar tampan dan tinggi.

“Nona… Kau tak apa-apa?” Tanya pria itu lagi.



“Ah, Tidak. Maksudku…aku baik-baik saja. Bisakah kau membantuku menemukan rumah ini? Kumohon,” pinta Chaeri sambil menunjukkan alamat yang ingin ditujunya.

“ Ah, aku tau. Ayo ikut aku!” ajak pria itu sambil menarik tangan Chaeri.

Chaeri pun menurut dan mengikuti kemana pun pria itu pergi.

————

“Aku pulang. Umma, aku lapar.” Aku langsung ke ruang keluarga untuk menonton televisi.

“ Aku pulang…” sapa Kyu tak lama kemudian.

“ Kyu, akhirnya kau datang. Tadi pagi setelah kau berangkat sekolah, ibumu menelpon. Katanya saudara sepupumu akan datang kemari hari ini, tapi dari tadi ibu tunggu dia belum datang juga. Kau bisa tanyakan lagi ke ibumu kapan kira-kira sepupumu itu sampai, jadi kita bisa menjemputnya,” ujar ibu.

“Baiklah,” sahut Kyu. Dia pun menelpon ibunya. Dia menelpon tak lama, setelah menutup telpon dia bergegas ke dapur mendatangi ibuku.

“Jadi seharusnya dia sudah sampai tadi pagi?” Tanya ibuku pada Kyu.

Kyu mengangguk kemudian berkata, “Dia berangkat dengan kapal kemarin sore. Jadi harusnya sudah sampai. Umma, apa kita tidak perlu melapor ke polisi sekarang?” tanyanya terlihat sangat cemas.

Kemudian bel pun berbunyi…

“ Nah, itu mungkin dia,” kata ibu.

Kyu pun bergegas ke ruang depan untuk membuka pintu. Ketika dia melihat siapa dibalik pintu, dia sangat senang. Hilang sudah rasa cemasnya.



“Lee Chaeri, syukurlah kau datang juga,” kata Kyu sambil memeluknya. “Kenapa baru sampai? Bukankah seharusnya kau sudah tiba tadi pagi?” kali ini Kyu mengajak Chaeri masuk.

“ Jadi ini, adik sepupumu, Kyu? Kau cantik sekali,” puji ibuku sambil memeluk Chaeri.

Aku pun bergegas melihatnya. Dan memang dia sangat cantik, lebih tepatnya kepolosannya yang membuatnya terlihat cantik.



“ Chaeri… Ini istriku, Lee chaesa ,” kata Kyu memperkenalkanku. Aku terkejut mendengar Kyu berkata seperti itu, ini partama kalinya dia menyebutku sebagai istrinya. Chaeri yang semula hanya diam langsung tersenyum dan memelukku.

“Kakak ipar, senang mengenalmu. Kakakku sangat beruntung memiliki istri secantik dirimu. Sebenarnya saat kalian menikah, aku sangat ingin datang. Tapi sayang nenek sedang sakit, jadi aku harus menjaganya dirumah,” ujarnya, “Oya, aku membawa oleh-oleh dari rumah.”



“Ehm…,” deham seorang pria yang dari tadi diam saja memperhatikan kami. Chaeri yang melihatnya langsung terdiam ditempat.

“Ahjusshi, sedang apa kau kemari?” tanyaku pada pria itu yang tak lain adalah pamanku, Choi Siwon.

“Siwonnie adikku sayang,” sapa ibuku. “Tumben kau datang? Hey, bungkusan apa di belakangmu itu? Bawaanmu banyak sekali, kau diusir dari asramamu lagi ya?” lanjut ibuku.

“Aku tidak diusir, aku sendiri yang ingin keluar. Di sana membosankan. Lebih baik aku tinggal disini. Pasti seru,” kata Siwon.

“Aku merasa ada hal yang tidak menyenangkan dari kata-katamu itu, Ahjusshi,” kataku curiga.

“Jangan cepat mencurigaiku seperti itu keponakanku tersayang. Hari ini aku sudah berbuat baik, aku yang menemukan gadis itu sedang tersesat saat kemari. Harusnya kau berterima kasih padaku. Aku sudah menyelamatkan adik iparmu,” kata Siwon lagi.

“Terima kasih, Ahjusshi,” ucap Kyu.

“Ahh… Jangan panggil aku seperti itu! Cukup Hyung saja,” pinta Siwon.

“Mana boleh seperti itu. Kau itu pamanku,” sewotku.

“ Pernikahan kalian kan belum sah. Jadi selama itu, aku tidak mau dia menyebutku ahjusshi,” sahut Siwon lagi sambil berlalu. “Noona, kamarku masih tetap ‘kan?”



“Iya,” jawab ibuku, “ Chaeri , kau juga masuklah kekamarmu. Mandilah dulu lalu makan malam bersama kami. Ok?” katanya lagi.

“Baiklah,” Chaeri menjawab sambil tersenyum.

“Aku akan menunjukkan kamarmu. Kyu, kau angkat barang bawaan Chaeri ya!” pintaku.

“Ok,” sahut Kyu yang tampak senang sekali dengan kedatangan sepupunya.



“ Kau bertemu dengan pamanku dimana? Apa dia tidak mengerjaimu?” Tanya ku pada Chaeri saat berada di kamar.

“ Chaeri , Chaeri , aku akan membantu umma di dapur,” ujar Kyu, “Kau baik-baiklah disini, Chaeri !” katanya sambil mengelus kepala Chaeri.

“Ya, Oppa,” sahut Chaeri.

Kyu benar-benar memperlakukan Chaeridengan sangat lembut, entah kenapa terbersit rasa iri dihatiku. “Jadi, ahjusshi tidak mengerjaimu kan?” tanyaku lagi.

“Tidak,” sahutnya. Ada perasaan takut saat dia menjawabnya.

“Benarkah? Kau tidak bohong?” Aku masih tidak percaya.



“Sungguh, aku tidak apa-apa,” Chaeri berusaha menegaskan. Aku mencurigai ada yang disembunyikannya.

Sebenarnya Chaeri ingin mengeluh dengan apa yang dilakukan Siwon padanya hari ini, tetapi dia takut tidak ada yang mempercayainya. Siwon benar-benar mengerjainya hari ini. Chaeri mengira Siwon akan membantunya, ternyata Siwon justru mengajaknya berjalan-jalan. Bahkan mereka berjalan sampai ke bandara Incheon. Chaeri hanya bisa menangis sampai akhirnya Siwon mengajaknya kembali ke tempat mereka bertemu pertama kali. Ternyata saat Chaeri menanyakan alamat pada Siwon, justru sebenarnya alamat yang dituju hanya tersisa satu rumah saja dari tempat Chaeri berdiri. Ia kesal karena telah terpedaya. Tapi ia takut menceritakan masalah ini kepada keluarga Chaeri.

“Ya sudah kalau kau tak ingin cerita,” kataku menyerah, “Kau itu sebenarnya ada hubungan apa dengan kyu?” tanyaku lagi.

“Aku anak dari adik ibu oppa. Tetapi orang tuaku telah tiada sejak aku berusia 5 tahun, jadi orang tua oppa lah yang merawatku. Memangnya oppa tak pernah menceritakannya padamu?” tanyanya.

Aku hanya menggelengkan kepalaku. Kyu tak pernah sekalipun bercerita tentang kelurganya padaku. Jangankan bercerita, ketika kami berbicara pun tidak ada isinya. Kami lebih sering betengkar dibanding berbincang.

———

Aku sedang membaca buku sambil berbaring ketika Kyu masuk ke kamar. Aku melihatnya tersenyum. Sangat manis… Dengan cepat aku mengalihkan pandanganku. Tak ingin Kyu melihat wajahku merona hanya karena melihatnya tersenyum.

“Kenapa belum tidur? Besok kau pasti akan susah lagi dibangunkan,” sewotnya.

“Kau sendiri? Biasanya jam 10 kau sudah tidur, tapi ini sudah lewat 1 jam,” serangku balik.



“Aku tadi berbincang dengan Chaeri , jadi lupa waktu deh. Hehehe,” sahutnya sambil tertawa.

“Kau tampak bahagia sekali sejak dia datang,” kataku.

“Kau juga akan merasakan hal yang sama jika kau bertemu dengan saudara yang sudah lama tak kau temui,” sahutnya.

Aku menatap Kyu kali ini. “Aku baru kali ini melihatmu seperti ini, kau benar-benar berbeda,” kataku.

“Aku memang seperti ini, hanya saja kau yang tidak menyadarinya.” Kyu balas menatapku.

“Tidak. Kau sangat dingin! Kau tak acuh padaku, tak pernah memperhatikanku, kau tidak menyukaiku kan?” bentakku.

“Chaesa, aku tak ingin kita bertengkar lagi. Aku lelah,” sahutnya seraya mengambil penutup matanya. Aku tau dia akan tidur sekarang. Dengan cepat aku menarik tangannya dan memeluknya.

“Chaesa, apa yang kaulakukan?” tanyanya. Jelas dia sangat kaget dengan apa yang kulakukan padanya.

“Ssstttt… Diamlah! Biarkan aku memelukmu kali ini,” pintaku.

“Baiklah kalau itu maumu,” sahut Kyu. Dia pun membalas pelukanku, aku merasakan tangannya mengelus punggungku.

“Aku tak pernah berniat mengacuhkanmu. Jika di sekolah aku tak pernah menyapamu, karena itulah yang sebenarnya terjadi sebelum kita menikah. Aku dan kau hanya berbicara saat rapat atau pertemuan klub. Aku hanya bertindak sewajar mungkin supaya tak ada yang curiga dengan hubungan kita,” bisiknya ditelingaku, aku baru sadar kalau suara Kyu benar-benar lembut.

“Chaesa, apakah kau menyukaiku?” bisiknya lagi. Dengan cepat aku berusaha melepaskan pelukanku, tapi kyu tidak mau melepaskan.

“Jawablah!” pintanya.

“Tidak. A…a…aku menyukaimu. Tapi, hanya sebatas teman. Tidak lebih!” ujarku terbata-bata. Kyu benar-benar membuatku terkejut, aku benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. Mendengar jawabanku, dia langsung melepaskan pelukannya dan mengambil penutup matanya.

“Selamat tidur, Chaesa,” ucapnya.

Dia meninggalkanku tidur begitu saja, tanpa dia tahu jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. “Kyu apa-apaan kau ini?!” pekikku dalam hati. Aku benar-benar tak tahu apa yang ada di pikirannya.

……to be continued…


Let's Get married part 1




Title: Let'a Get Married
Author: Taniyae shawolelf a.k.a Lee chaesa
Main Cast: Cho Kyuhyun,cho shiwon,lee chaesa , lee chaeri,
Support cast:
Legth: Sequel
Genre: Romance
ranting : PG-15

aku hanya bisa menangis meratapi hidupku, aku tidak menyangka diusiaku yang bahkan belum genap 17 tahun aku harus mengakhiri masa lajangku. Ini tidak benar, aku bahkan masih bersekolah kenapa ini harus terjadi, aku hanya bisa mengumpat dalam hati dan menangis, aku mengutuk semua orang yang hari itu tersenyum padaku walau aku rasa senyum itu pun tidak tulus dan tentu saja aku ingin sekali meninju wajah pria yang menikahiku tapi aku menahannya ,…..aku menahan karna aku tau ini bukan waktu yang tepat.,“ Cho kyuhyun, awas saja kau” kesalku dalam hati.


Setelah acara pernikahan yang sangat sangat sederhana itu berakhir, aku bergegas masuk kekamarku dan mengunci pintunya. Aku mengganti gaunku, menghapus riasan diwajahku, kemudian aku melanjutkan tangisanku, aku ingin menangis saja hari ini. Aku benci ayah dan ibuku, aku benci Cho kyuhyun dan aku paling benci diriku, kalau saja saat itu aku bisa menahan diriku tentu saja saat ini aku masih di sekolah, belajar bersama teman-temanku, bukannya bolos karna harus melangsungkan pernikahan. Aku bahkan tidak melihat teman-temanku memberi selamat padaku karna pernikahan ini hanya diketahui oleh keluargaku dan keluarga mahluk sialan itu. Musnah sudah impianku menikah di kapal pesiar mewah, kemudian berbulan madu ke Hawai dan saat resepsi semua teman-temanku datang membawakan hadiah-hadiah yang indah. Aku melangsungkan pernikahanku diruang tamu rumah ku sendiri dan tentunya tanpa bulan madu karna besok aku masih harus bersekolah, pernikahan ini benar-benar dirahasiakan , karna jika pihak sekolah tahu, aku dan kyu bisa dikeluarkan.



“chaesa, chaesa, buka pintunya dong” panggil ibuku dari luar.

“Nggak mau,…aku mau sendirian” sahutku sambil menangis.

“Apa-apaan kau ini, cepat buka sebelum kami dobrak” kata ibuku lagi.

Aku bergegas membuka pintu,..” Kenapa sih umma?, aku hanya ingin sendirian, biasanya kau membiarkanku!, “ Kataku sambil mencoba menutup lagi pintunya.

“ Ya, itu dulu sebelum kau menikah, sekarang bukan lagi, ini juga kamar Kyu,” kata ibuku menerobos masuk.

“ Ayo Kyu masuklah semoga kau bisa betah disini” aku mendengar ayahku berkata seperti itu pada kyu.

“ Er..baiklah” kata Kyu sambil menundukkan wajahnya, dia tidak berani melihatku karna aku menatapnya dengan ambisi ingin membunuh.

“ Kalau dia tidur disini, BAGAIMANA AKU BISA TIDUR,? “ teriakku.

“ Kau tidur saja seperti biasa, kenapa kau jadi seperti ini sih, kalian kan sudah menikah, jadi sudah sewajarnya kalau kalian sekamar” bentak ibuku.

“ Kalian orang tua macam apa, teganya kalian melakukan ini padaku” kataku kali ini dengan berurai air mata.

“ Yaa, kau berani berkata seperti itu, kemaren kau juga sudah tidur bersamanya kenapa sekarang malah tidak mau,” ibuku menyahut.,,, “ Sekarang kalian sudah menikah, jadi lakukanlah apa yang kalian mau” katanya lagi.

“ Umma, sudah kukatakan kalau kemaren itu kecelakaan, aku dan kyu tidak melakukan apapun, kami hanya tertidur, tidak lebih, anakmu ini masih suci umma, percayalah padaku” kataku masih sambil menangis.

“ Ya, itu katamu, tapi yang kami lihat tidak seperti itu, kenapa kau tidur dalam keadaan tidak berpakaian seperti itu, dikamar seorang pria lagi,” sahut ibuku.

“ Umma, sudah kujelaskan berkali-kali, saat itu panas sekali, dia tidak punya pendingin ruangan, dan aku mabuk saat itu,” kataku sementara ayah dan Kyu hanya memperhatikan pertengkaran kami seakan mereka sedang melihat pertandingan bola.

“ Ya, sudah jelas kau salah, kau mabuk padahal masih dibawah umur, menginap dikamar pria, kemudian tidak memakai pakaian, ibu mana yang tidak malu melihat putrinya berkelakuan seperti itu, sekarang tanggung resikonya, kalian ibu nikahkan, agar kalian bisa lebih bertanggung jawab lagi” bentak ibuku,sambil meninggalkan kamarku.

“ Ya sudah, ayah akan menyiapkan makan malam,”kata ayahku akhirnya dia berbicara juga,..” Kyu kau mau tetap disini atau kembali kebawah berpamitan dengan orang tuamu, sepertinya mereka akan pulang sore ini” katanya ke pada Kyu.

“ Ya, saya akan kebawah paman” kata Kyu.

“ HaHaHa, apa-apaan kau ini, panggil aku ayah saja, kau kan sudah menjadi anakku” sahut ayahku.

“ Er,…eh baiklah a..a..a..ayah ”kata Kyu sambil tersipu malu.



“ Nah begitu kan lebih enak didengar,..chaesa ayo kau juga turun, mertuamu akan pulang, sekalian kau meminta maaf pada mereka, perkataanmu tadi pasti didengar mereka” kata ayahku sambil menggandeng tanganku.

“ Ayah,” kataku sambil menangis “ Sudahlah kau jangan seperti ini, mana putri ayah yang selalu ceria,?” hibur ayahku,..Aku mencoba tersenyum, tetapi saat melihat wajah Kyu aku tidak bisa melanjutkan senyumku dan Kyu yang melihatnya menjadi salah tingkah.

“ HaHaHa, kalian berdua ini,” kata ayahku, rupanya dia memperhatikan itu, kemudian dia menggandeng Kyu ditangan kirinya dan aku ditangan kanannya, kami pun keluar kamar dan kembali kelantai bawah bertiga, dilantai bawah aku melihat orang tua Kyu dan saudara perempuannya, aku melihat mata mereka berkaca-kaca, sepertinya mereka pun bersedih karna tidak menyangka putranya akan menikah secepat itu.

Aku melihat Kyu memeluk ayahnya kemudian ibu dan kakaknya, lama sekali saat dia memeluk ibunya, dan saat itulah kulihat sang ibu menangis “ Baik-baiklah kau sekarang, kau harus patuh dengan mertuamu, jangan sering-sering bertengkar dengan istrimu, telponlah ibu setiap hari, jangan lupakan itu, ibu sangat menyayangimu nak” ucapnya, “ Baik bu” kata Kyu.

“ Kalau begitu kami pamit dulu” kata ayah Kyu.

“ Hati-hati ayah, ibu, kakak” kata Kyu.

Kyu hanya bisa menatap kepergian keluarganya, ingin rasanya dia ikut dengan mereka, tetapi itu jelas tidak mungkin.

Malam harinya,

“ Hey, apa yang kau lakukan, kenapa kau malah berbaring disini” kataku ku sambil mendorong Kyu sampai dia terjatuh dari ranjang.

“ Aku lelah, aku ingin beristirahat,kenapa kau tega sekali mendorongku” sahut Kyu sambil berusaha bangkit.

“ Yaa, tetapi bukan tidur di ranjangku” teriakku.

“ Tapi tak ada tempat lain untukku tidur” kata Kyu…” Lagipula walau kita seranjang pun aku tak akan menyentuhmu walau itu hanya seujung rambutmu, jadi kau tak usah kuatir, “ katanya kali ini sambil berusaha berbaring di tempatnya tadi,. “Jangan ribut, aku mau tidur” ucapnya lagi.

Aku hanya memandangnya dengan kesal, bisa-bisanya dia tidur padahal aku masih mau bertengkar dengannya, sangat ingin aku mencekik lehernya dan menarik penutup mata yang dia gunakan.

“ Untuk apa kau menggunakan penutup mata seperti itu, aku juga suka tidur dalam keadaan gelap” kataku sambil mematikan lampu.

Aku pun berbaring, kalau saja hari itu aku tidak mabuk.

Dua hari yang lalu,

Malam itu aku, kyu ,dan teman-teman klub teater sedang berpesta karna suksesnya drama kami, aku adalah ketua klub teater sekaligus penulis skenario, sedangkan kyu adalah bendahara klub, hari itu kami berpesta di tempat karaoke, bernyanyi dan tertawa bersama.



“ chaesa, masa kita berpesta hanya seperti ini sih, kurang seru” kata Kang in saat itu “Bagaimana kalau kita memesan minuman” katanya lagi.

“Kita belum cukup umur untuk minum alkohol,” sahut Kyu.

“ Kyu ahhh…kau polos sekali, tidak apa-apa lagipula pemilik tempat ini adalah pamanku, kita pasti bisa mendapat minuman, aku rasa kalian setuju kan sama pendapatku” ajak Kang in kepada teman-teman yang lain.

“ SETUJU….” Sambut yang lain, “ Ya, ini saat yang tepat, ayo teman-teman kita minum shoju, aku rasa bukan masalah besar jika kita hanya minum sebotol” sahutku,.. “ Bendahara, kau tak usah kuatir kita tidak akan menggunakan uang klub untuk membayar minuman, aku yang akan traktir kalian, asal, satu orang hanya minum satu botol ya” kataku lagi.

Kami pun melanjutkan pesta dengan bersulang shoju , karna itu pertama kalinya kami minum alcohol, kami pun mabuk bahkan saat air dibotol belum habis,.

“ Aisshh..kalian ini payah sekali” kata Kang in “ Hai Kyu, kau tampaknya tidak begitu mabuk, kau antar ketua kerumahnya, biar aku urus teman-teman yang lain,” kata Kang in pada Kyu ,..“Kenapa harus aku, kau kan bisa” sahut Kyu ,…“ Kalian kan cukup dekat, jadi kau sajalah” elak Kang ini, Kyu pun hanya terdiam.



“ chaesa, rumahmu dimana” kata Kyu sambil membopongku,… “Rumahku disurga, akulah Cinderella haya..haya…Wentoria..Wenteoria…Bo Beep Bo Beep yuhu…” kataku ,.. “ Aishhh…kau ini tidak bisa minum tapi malah berlagak, kau membuatku repot, bagaimana ini, aku sudah ngantuk sekali” kesal Kyu ,…“ Aku tidak peduli lagi, daripada kau kutinggal di jalan, aku akan mengajakmu ke apartemenku” ucapnya.

Kyu tinggal sendirian di seoul karena dikampung halamannya tidak ada SMA yang bisa membuatnya diterima di Universitas Seoul, orang tuanya sangat ingin dia diterima disana sebab itu lah dia terpaksa tinggal sendiri di kamar yang hanya berukuran 4×3 meter yang jika dimusim dingin akan sangat dingin dan di musim panas akan sangat panas, dia menjadi anak yang mandiri dan pintar menghitung uang karna jika tidak begitu dia akan kesulitan mengatur hidupnya. Kyu sendiri adalah anak terpintar di sekolah ku, dialah yang mendapat nilai tertinggi saat ujian masuk, dan bertahan saat ujian kenaikan kelas, aku dan Kyu sudah sekelas sejak tingkat satu dan sekarang kami ditingkat 2, aku mengajaknya bergabung dengan klub ku karna aku tau dia sangat pintar mengatur uang, sejak kyu bergabung klub teater tidak pernah mengalami krisis uang, Kyu sendiri menerima ajakanku karna di klub teater dia bisa memakai computer sesuka hatinya, dia sangat menyukai game computer, tetapi karna dia tidak bisa membawa computer dirumahnya ke Seoul, dia mengalami penderitaan dan dia bahagia sekali saat aku mengajaknya bergabung.



“ AH,… panas sekali kamarmu Kyu” kataku. Saat ini memang awal musim panas dan kamar Kyu benar-benar panas. “ Kau tidak usah mengeluh seperti itu, aku saja bisa bertahan” sahut Kyu. “ Ah aku tidak tahan” kataku sambil membuka pakaianku. “ Hah, apa yang kau lakukan, jangan buka bajumu, pakai cepat..” teriak Kyu sambil menutup matanya “Hoeks..” aku pun muntah. “ Kau mengotori kamarku” Kyu histeris sekali,.. “ Aku ngantuk, selamat tidur” kataku lagi,,. “ Kyaaa…kau jangan tidur, bersihkan muntahmu dulu” Kyu saat itu menarikku dan kemudian aku justru muntah lagi dibajunya. “ Ahhhh..sialan kau” lepas Kyu,. “Aku bahkan baru membeli baju ini kemaren, kenapa justru kau muntahi”, kemudian kyu membuka bajunya, dia hanya mengenakan kaos dalam dan kemudian membersihkan bekas muntahku, “ Padahal aku lelah sekali, kau benar-benar jahat chaesa” kesalnya, setelah membersihkan muntah ku, Kyu pun tertidur, dia tertidur di kaki ku,.

Dan paginya kehebohan itu terjadi, entah bagaimana caranya orang tua ku tau kalau aku menginap dikamar Kyu dan mereka bisa membuka pintunya, mereka memergoki kami sedang tidur dalam keadaan yang tidak bagus dan seketika itu juga mereka menghubungi orang tua Kyu, orang tua Kyu di kampung pun segera melesat ke seoul danberdiskusi dengan orang tua ku dan hasil diskusinya pun mengejutkan, mereka memutuskan untuk menikahkan Kyu dengan ku, mereka tidak peduli dengan penjelasan kami.Kami benar-benar menikah karna kecelakaan dan mulai saat itu kehidupan kami pun berubah.

Ya, inilah kisah pernikahan kami yang benar-benar tidak terduga.



To be continued




Showing posts with label Let's get married. Show all posts
Showing posts with label Let's get married. Show all posts

5.07.2011

Let's get married part 2

Title: Let'a Get Married

Author: Taniyae shawolelf a.k.a Lee chaesa

Main Cast: Cho Kyuhyun,cho shiwon,lee chaesa , lee chaeri,

Support cast:

Legth: Sequel

Genre: Romance

ranting : PG-15


Chaesa…Chaesa… Bangun Chaesa Nanti terlambat ke sekolah. Ayo Chaesa, bangun!” perintah Kyu sambil memukul-mukul tanganku.

“Aaaahhh… Lima menit lagi,” pintaku

.




“Kalau kau tidak bangun sekarang, aku akan panggil umma sekarang juga dan aku akan memakan pisangmu. Ayo cepat bangun!” Kali ini Kyu memukul tangan ku lebih keras.

“AW… SAKIT!!!” Jeritku, “Kau tidak bisa membangunkanku dengan cara lebih lembut ya? Dan jangan sentuh makananku, kalau kau tak ingin menyesali hidupmu,” ancamku.

“Aku tak peduli. Siapa cepat dia yang DAPAT. Aku tunggu di meja makan 10 menit. Jika kau tak siap dalam waktu itu, jangan harap kau kusisakan,” Kali ini Kyu yang balik mengancamku.




Kyu kemudian meninggalkanku, aku melihatnya sudah siap dengan seragam musim panasnya, sementara aku masih berpiyama. Aku bergegas bangkit dari ranjangku menuju kamar mandi yang ada dikamarku, kemudian mencuci muka, berkumur dan menggosok gigi kemudian mengganti pakaianku. Aku akan terlambat jika mandi dulu. Syukur aku sudah menyiapkan buku-buku pelajaranku tadi malam. Aku menyemprotkan pewangi keseluruh tubuhku. “Hmm… Walau tak mandi, aku masih tetap kelihatan cantik. Hahaha,” kataku dalam hati sambil mematut diriku di cermin, “Yaks, aku siap.”

Aku pun menuju ruang makan. Kulihat ayah, ibu dan Kyu sudah menyantap sarapan paginya.

“ Seperti biasa kau cepat sekali berdandan, pasti kau tidak mandi kan Chaesa?” selidik ayahku.

“Huh, Ayah tega sekali menuduhku,” Kataku sambil mengambil makanan kesukaanku, pisang. “Tak sampai 10 menit kan Kyu? Bhebhebhebhe…,” kataku sambil memakan pisangku.

“ JOROK” kata Kyu pendek dan tanpa rasa berdosa.

Aku bersiap siap melemparkan piring ke wajah Kyu tetapi ayahku berhasil menangkap tanganku. “Pengantin baru jangan sering-sering bertengkar! Ayo Chaesa, cepat habiskan makananmu,” titah ayahku.

“Aku sudah selesai, Ayah,” ujar Kyu.

“Klo begitu ayo kita berangkat, Kyu,” ajak ayahku.

“Chaesa, kami berangkat duluan. Seperti biasa kau berangkat dengan ibumu, ya!” kata ayahku sambil mencium keningku.

Sejak aku dan Kyu menikah sebulan yang lalu, beginilah rutinitas kami di setiap pagi. Kyu sekarang menggantikan ibuku untuk membangunkanku, dan Ayah selalu mengantarnya ke sekolah setiap hari. Kami tidak berangkat bersama untuk menghindari kecurigaan orang-orang atas hubungan kami. Penikahan kami masih dirahasiakan, juga belum didaftarkan ke Negara, jadinya di sekolah aku tetap menggunakan nama keluarga ku,Lee Chaesa. Bukannya menjadi Cho Chaesa. Suatu hari ibuku pernah berkata jika dia tidak suka melihat aku memarahi Kyu, padahal ibuku tak tahu betapa dinginnya sikap Kyu kepadaku. Di sekolah dia sekali pun tak pernah menegurku, bahkan aku lihat dia berusaha sejauh mungkin dariku. Aku sakit hati dengan sikapnya itu. Saat kami hanya berdua di kamar pun sikap dinginnya tak hilang. Dia hanya masuk kekamarku jika sudah ingin tidur dan ketika berbaring, dia langsung terlelap. Tak ada itikad baik darinya untuk menyapaku dan berkata manis.

————-

“Hmm… Apa aku salah masuk kompleks ya? Kenapa rumahnya belum ketemu sih,” gumam Chaeri dalam hati.

Tiba-tiba…



“Ada yang bisa kubantu, Nona?” Tanya seorang pria muda kepada Chaeri. Dia tertegun melihat pria itu, benar-benar tampan dan tinggi.

“Nona… Kau tak apa-apa?” Tanya pria itu lagi.



“Ah, Tidak. Maksudku…aku baik-baik saja. Bisakah kau membantuku menemukan rumah ini? Kumohon,” pinta Chaeri sambil menunjukkan alamat yang ingin ditujunya.

“ Ah, aku tau. Ayo ikut aku!” ajak pria itu sambil menarik tangan Chaeri.

Chaeri pun menurut dan mengikuti kemana pun pria itu pergi.

————

“Aku pulang. Umma, aku lapar.” Aku langsung ke ruang keluarga untuk menonton televisi.

“ Aku pulang…” sapa Kyu tak lama kemudian.

“ Kyu, akhirnya kau datang. Tadi pagi setelah kau berangkat sekolah, ibumu menelpon. Katanya saudara sepupumu akan datang kemari hari ini, tapi dari tadi ibu tunggu dia belum datang juga. Kau bisa tanyakan lagi ke ibumu kapan kira-kira sepupumu itu sampai, jadi kita bisa menjemputnya,” ujar ibu.

“Baiklah,” sahut Kyu. Dia pun menelpon ibunya. Dia menelpon tak lama, setelah menutup telpon dia bergegas ke dapur mendatangi ibuku.

“Jadi seharusnya dia sudah sampai tadi pagi?” Tanya ibuku pada Kyu.

Kyu mengangguk kemudian berkata, “Dia berangkat dengan kapal kemarin sore. Jadi harusnya sudah sampai. Umma, apa kita tidak perlu melapor ke polisi sekarang?” tanyanya terlihat sangat cemas.

Kemudian bel pun berbunyi…

“ Nah, itu mungkin dia,” kata ibu.

Kyu pun bergegas ke ruang depan untuk membuka pintu. Ketika dia melihat siapa dibalik pintu, dia sangat senang. Hilang sudah rasa cemasnya.



“Lee Chaeri, syukurlah kau datang juga,” kata Kyu sambil memeluknya. “Kenapa baru sampai? Bukankah seharusnya kau sudah tiba tadi pagi?” kali ini Kyu mengajak Chaeri masuk.

“ Jadi ini, adik sepupumu, Kyu? Kau cantik sekali,” puji ibuku sambil memeluk Chaeri.

Aku pun bergegas melihatnya. Dan memang dia sangat cantik, lebih tepatnya kepolosannya yang membuatnya terlihat cantik.



“ Chaeri… Ini istriku, Lee chaesa ,” kata Kyu memperkenalkanku. Aku terkejut mendengar Kyu berkata seperti itu, ini partama kalinya dia menyebutku sebagai istrinya. Chaeri yang semula hanya diam langsung tersenyum dan memelukku.

“Kakak ipar, senang mengenalmu. Kakakku sangat beruntung memiliki istri secantik dirimu. Sebenarnya saat kalian menikah, aku sangat ingin datang. Tapi sayang nenek sedang sakit, jadi aku harus menjaganya dirumah,” ujarnya, “Oya, aku membawa oleh-oleh dari rumah.”



“Ehm…,” deham seorang pria yang dari tadi diam saja memperhatikan kami. Chaeri yang melihatnya langsung terdiam ditempat.

“Ahjusshi, sedang apa kau kemari?” tanyaku pada pria itu yang tak lain adalah pamanku, Choi Siwon.

“Siwonnie adikku sayang,” sapa ibuku. “Tumben kau datang? Hey, bungkusan apa di belakangmu itu? Bawaanmu banyak sekali, kau diusir dari asramamu lagi ya?” lanjut ibuku.

“Aku tidak diusir, aku sendiri yang ingin keluar. Di sana membosankan. Lebih baik aku tinggal disini. Pasti seru,” kata Siwon.

“Aku merasa ada hal yang tidak menyenangkan dari kata-katamu itu, Ahjusshi,” kataku curiga.

“Jangan cepat mencurigaiku seperti itu keponakanku tersayang. Hari ini aku sudah berbuat baik, aku yang menemukan gadis itu sedang tersesat saat kemari. Harusnya kau berterima kasih padaku. Aku sudah menyelamatkan adik iparmu,” kata Siwon lagi.

“Terima kasih, Ahjusshi,” ucap Kyu.

“Ahh… Jangan panggil aku seperti itu! Cukup Hyung saja,” pinta Siwon.

“Mana boleh seperti itu. Kau itu pamanku,” sewotku.

“ Pernikahan kalian kan belum sah. Jadi selama itu, aku tidak mau dia menyebutku ahjusshi,” sahut Siwon lagi sambil berlalu. “Noona, kamarku masih tetap ‘kan?”



“Iya,” jawab ibuku, “ Chaeri , kau juga masuklah kekamarmu. Mandilah dulu lalu makan malam bersama kami. Ok?” katanya lagi.

“Baiklah,” Chaeri menjawab sambil tersenyum.

“Aku akan menunjukkan kamarmu. Kyu, kau angkat barang bawaan Chaeri ya!” pintaku.

“Ok,” sahut Kyu yang tampak senang sekali dengan kedatangan sepupunya.



“ Kau bertemu dengan pamanku dimana? Apa dia tidak mengerjaimu?” Tanya ku pada Chaeri saat berada di kamar.

“ Chaeri , Chaeri , aku akan membantu umma di dapur,” ujar Kyu, “Kau baik-baiklah disini, Chaeri !” katanya sambil mengelus kepala Chaeri.

“Ya, Oppa,” sahut Chaeri.

Kyu benar-benar memperlakukan Chaeridengan sangat lembut, entah kenapa terbersit rasa iri dihatiku. “Jadi, ahjusshi tidak mengerjaimu kan?” tanyaku lagi.

“Tidak,” sahutnya. Ada perasaan takut saat dia menjawabnya.

“Benarkah? Kau tidak bohong?” Aku masih tidak percaya.



“Sungguh, aku tidak apa-apa,” Chaeri berusaha menegaskan. Aku mencurigai ada yang disembunyikannya.

Sebenarnya Chaeri ingin mengeluh dengan apa yang dilakukan Siwon padanya hari ini, tetapi dia takut tidak ada yang mempercayainya. Siwon benar-benar mengerjainya hari ini. Chaeri mengira Siwon akan membantunya, ternyata Siwon justru mengajaknya berjalan-jalan. Bahkan mereka berjalan sampai ke bandara Incheon. Chaeri hanya bisa menangis sampai akhirnya Siwon mengajaknya kembali ke tempat mereka bertemu pertama kali. Ternyata saat Chaeri menanyakan alamat pada Siwon, justru sebenarnya alamat yang dituju hanya tersisa satu rumah saja dari tempat Chaeri berdiri. Ia kesal karena telah terpedaya. Tapi ia takut menceritakan masalah ini kepada keluarga Chaeri.

“Ya sudah kalau kau tak ingin cerita,” kataku menyerah, “Kau itu sebenarnya ada hubungan apa dengan kyu?” tanyaku lagi.

“Aku anak dari adik ibu oppa. Tetapi orang tuaku telah tiada sejak aku berusia 5 tahun, jadi orang tua oppa lah yang merawatku. Memangnya oppa tak pernah menceritakannya padamu?” tanyanya.

Aku hanya menggelengkan kepalaku. Kyu tak pernah sekalipun bercerita tentang kelurganya padaku. Jangankan bercerita, ketika kami berbicara pun tidak ada isinya. Kami lebih sering betengkar dibanding berbincang.

———

Aku sedang membaca buku sambil berbaring ketika Kyu masuk ke kamar. Aku melihatnya tersenyum. Sangat manis… Dengan cepat aku mengalihkan pandanganku. Tak ingin Kyu melihat wajahku merona hanya karena melihatnya tersenyum.

“Kenapa belum tidur? Besok kau pasti akan susah lagi dibangunkan,” sewotnya.

“Kau sendiri? Biasanya jam 10 kau sudah tidur, tapi ini sudah lewat 1 jam,” serangku balik.



“Aku tadi berbincang dengan Chaeri , jadi lupa waktu deh. Hehehe,” sahutnya sambil tertawa.

“Kau tampak bahagia sekali sejak dia datang,” kataku.

“Kau juga akan merasakan hal yang sama jika kau bertemu dengan saudara yang sudah lama tak kau temui,” sahutnya.

Aku menatap Kyu kali ini. “Aku baru kali ini melihatmu seperti ini, kau benar-benar berbeda,” kataku.

“Aku memang seperti ini, hanya saja kau yang tidak menyadarinya.” Kyu balas menatapku.

“Tidak. Kau sangat dingin! Kau tak acuh padaku, tak pernah memperhatikanku, kau tidak menyukaiku kan?” bentakku.

“Chaesa, aku tak ingin kita bertengkar lagi. Aku lelah,” sahutnya seraya mengambil penutup matanya. Aku tau dia akan tidur sekarang. Dengan cepat aku menarik tangannya dan memeluknya.

“Chaesa, apa yang kaulakukan?” tanyanya. Jelas dia sangat kaget dengan apa yang kulakukan padanya.

“Ssstttt… Diamlah! Biarkan aku memelukmu kali ini,” pintaku.

“Baiklah kalau itu maumu,” sahut Kyu. Dia pun membalas pelukanku, aku merasakan tangannya mengelus punggungku.

“Aku tak pernah berniat mengacuhkanmu. Jika di sekolah aku tak pernah menyapamu, karena itulah yang sebenarnya terjadi sebelum kita menikah. Aku dan kau hanya berbicara saat rapat atau pertemuan klub. Aku hanya bertindak sewajar mungkin supaya tak ada yang curiga dengan hubungan kita,” bisiknya ditelingaku, aku baru sadar kalau suara Kyu benar-benar lembut.

“Chaesa, apakah kau menyukaiku?” bisiknya lagi. Dengan cepat aku berusaha melepaskan pelukanku, tapi kyu tidak mau melepaskan.

“Jawablah!” pintanya.

“Tidak. A…a…aku menyukaimu. Tapi, hanya sebatas teman. Tidak lebih!” ujarku terbata-bata. Kyu benar-benar membuatku terkejut, aku benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. Mendengar jawabanku, dia langsung melepaskan pelukannya dan mengambil penutup matanya.

“Selamat tidur, Chaesa,” ucapnya.

Dia meninggalkanku tidur begitu saja, tanpa dia tahu jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. “Kyu apa-apaan kau ini?!” pekikku dalam hati. Aku benar-benar tak tahu apa yang ada di pikirannya.

……to be continued…


Let's Get married part 1




Title: Let'a Get Married
Author: Taniyae shawolelf a.k.a Lee chaesa
Main Cast: Cho Kyuhyun,cho shiwon,lee chaesa , lee chaeri,
Support cast:
Legth: Sequel
Genre: Romance
ranting : PG-15

aku hanya bisa menangis meratapi hidupku, aku tidak menyangka diusiaku yang bahkan belum genap 17 tahun aku harus mengakhiri masa lajangku. Ini tidak benar, aku bahkan masih bersekolah kenapa ini harus terjadi, aku hanya bisa mengumpat dalam hati dan menangis, aku mengutuk semua orang yang hari itu tersenyum padaku walau aku rasa senyum itu pun tidak tulus dan tentu saja aku ingin sekali meninju wajah pria yang menikahiku tapi aku menahannya ,…..aku menahan karna aku tau ini bukan waktu yang tepat.,“ Cho kyuhyun, awas saja kau” kesalku dalam hati.


Setelah acara pernikahan yang sangat sangat sederhana itu berakhir, aku bergegas masuk kekamarku dan mengunci pintunya. Aku mengganti gaunku, menghapus riasan diwajahku, kemudian aku melanjutkan tangisanku, aku ingin menangis saja hari ini. Aku benci ayah dan ibuku, aku benci Cho kyuhyun dan aku paling benci diriku, kalau saja saat itu aku bisa menahan diriku tentu saja saat ini aku masih di sekolah, belajar bersama teman-temanku, bukannya bolos karna harus melangsungkan pernikahan. Aku bahkan tidak melihat teman-temanku memberi selamat padaku karna pernikahan ini hanya diketahui oleh keluargaku dan keluarga mahluk sialan itu. Musnah sudah impianku menikah di kapal pesiar mewah, kemudian berbulan madu ke Hawai dan saat resepsi semua teman-temanku datang membawakan hadiah-hadiah yang indah. Aku melangsungkan pernikahanku diruang tamu rumah ku sendiri dan tentunya tanpa bulan madu karna besok aku masih harus bersekolah, pernikahan ini benar-benar dirahasiakan , karna jika pihak sekolah tahu, aku dan kyu bisa dikeluarkan.



“chaesa, chaesa, buka pintunya dong” panggil ibuku dari luar.

“Nggak mau,…aku mau sendirian” sahutku sambil menangis.

“Apa-apaan kau ini, cepat buka sebelum kami dobrak” kata ibuku lagi.

Aku bergegas membuka pintu,..” Kenapa sih umma?, aku hanya ingin sendirian, biasanya kau membiarkanku!, “ Kataku sambil mencoba menutup lagi pintunya.

“ Ya, itu dulu sebelum kau menikah, sekarang bukan lagi, ini juga kamar Kyu,” kata ibuku menerobos masuk.

“ Ayo Kyu masuklah semoga kau bisa betah disini” aku mendengar ayahku berkata seperti itu pada kyu.

“ Er..baiklah” kata Kyu sambil menundukkan wajahnya, dia tidak berani melihatku karna aku menatapnya dengan ambisi ingin membunuh.

“ Kalau dia tidur disini, BAGAIMANA AKU BISA TIDUR,? “ teriakku.

“ Kau tidur saja seperti biasa, kenapa kau jadi seperti ini sih, kalian kan sudah menikah, jadi sudah sewajarnya kalau kalian sekamar” bentak ibuku.

“ Kalian orang tua macam apa, teganya kalian melakukan ini padaku” kataku kali ini dengan berurai air mata.

“ Yaa, kau berani berkata seperti itu, kemaren kau juga sudah tidur bersamanya kenapa sekarang malah tidak mau,” ibuku menyahut.,,, “ Sekarang kalian sudah menikah, jadi lakukanlah apa yang kalian mau” katanya lagi.

“ Umma, sudah kukatakan kalau kemaren itu kecelakaan, aku dan kyu tidak melakukan apapun, kami hanya tertidur, tidak lebih, anakmu ini masih suci umma, percayalah padaku” kataku masih sambil menangis.

“ Ya, itu katamu, tapi yang kami lihat tidak seperti itu, kenapa kau tidur dalam keadaan tidak berpakaian seperti itu, dikamar seorang pria lagi,” sahut ibuku.

“ Umma, sudah kujelaskan berkali-kali, saat itu panas sekali, dia tidak punya pendingin ruangan, dan aku mabuk saat itu,” kataku sementara ayah dan Kyu hanya memperhatikan pertengkaran kami seakan mereka sedang melihat pertandingan bola.

“ Ya, sudah jelas kau salah, kau mabuk padahal masih dibawah umur, menginap dikamar pria, kemudian tidak memakai pakaian, ibu mana yang tidak malu melihat putrinya berkelakuan seperti itu, sekarang tanggung resikonya, kalian ibu nikahkan, agar kalian bisa lebih bertanggung jawab lagi” bentak ibuku,sambil meninggalkan kamarku.

“ Ya sudah, ayah akan menyiapkan makan malam,”kata ayahku akhirnya dia berbicara juga,..” Kyu kau mau tetap disini atau kembali kebawah berpamitan dengan orang tuamu, sepertinya mereka akan pulang sore ini” katanya ke pada Kyu.

“ Ya, saya akan kebawah paman” kata Kyu.

“ HaHaHa, apa-apaan kau ini, panggil aku ayah saja, kau kan sudah menjadi anakku” sahut ayahku.

“ Er,…eh baiklah a..a..a..ayah ”kata Kyu sambil tersipu malu.



“ Nah begitu kan lebih enak didengar,..chaesa ayo kau juga turun, mertuamu akan pulang, sekalian kau meminta maaf pada mereka, perkataanmu tadi pasti didengar mereka” kata ayahku sambil menggandeng tanganku.

“ Ayah,” kataku sambil menangis “ Sudahlah kau jangan seperti ini, mana putri ayah yang selalu ceria,?” hibur ayahku,..Aku mencoba tersenyum, tetapi saat melihat wajah Kyu aku tidak bisa melanjutkan senyumku dan Kyu yang melihatnya menjadi salah tingkah.

“ HaHaHa, kalian berdua ini,” kata ayahku, rupanya dia memperhatikan itu, kemudian dia menggandeng Kyu ditangan kirinya dan aku ditangan kanannya, kami pun keluar kamar dan kembali kelantai bawah bertiga, dilantai bawah aku melihat orang tua Kyu dan saudara perempuannya, aku melihat mata mereka berkaca-kaca, sepertinya mereka pun bersedih karna tidak menyangka putranya akan menikah secepat itu.

Aku melihat Kyu memeluk ayahnya kemudian ibu dan kakaknya, lama sekali saat dia memeluk ibunya, dan saat itulah kulihat sang ibu menangis “ Baik-baiklah kau sekarang, kau harus patuh dengan mertuamu, jangan sering-sering bertengkar dengan istrimu, telponlah ibu setiap hari, jangan lupakan itu, ibu sangat menyayangimu nak” ucapnya, “ Baik bu” kata Kyu.

“ Kalau begitu kami pamit dulu” kata ayah Kyu.

“ Hati-hati ayah, ibu, kakak” kata Kyu.

Kyu hanya bisa menatap kepergian keluarganya, ingin rasanya dia ikut dengan mereka, tetapi itu jelas tidak mungkin.

Malam harinya,

“ Hey, apa yang kau lakukan, kenapa kau malah berbaring disini” kataku ku sambil mendorong Kyu sampai dia terjatuh dari ranjang.

“ Aku lelah, aku ingin beristirahat,kenapa kau tega sekali mendorongku” sahut Kyu sambil berusaha bangkit.

“ Yaa, tetapi bukan tidur di ranjangku” teriakku.

“ Tapi tak ada tempat lain untukku tidur” kata Kyu…” Lagipula walau kita seranjang pun aku tak akan menyentuhmu walau itu hanya seujung rambutmu, jadi kau tak usah kuatir, “ katanya kali ini sambil berusaha berbaring di tempatnya tadi,. “Jangan ribut, aku mau tidur” ucapnya lagi.

Aku hanya memandangnya dengan kesal, bisa-bisanya dia tidur padahal aku masih mau bertengkar dengannya, sangat ingin aku mencekik lehernya dan menarik penutup mata yang dia gunakan.

“ Untuk apa kau menggunakan penutup mata seperti itu, aku juga suka tidur dalam keadaan gelap” kataku sambil mematikan lampu.

Aku pun berbaring, kalau saja hari itu aku tidak mabuk.

Dua hari yang lalu,

Malam itu aku, kyu ,dan teman-teman klub teater sedang berpesta karna suksesnya drama kami, aku adalah ketua klub teater sekaligus penulis skenario, sedangkan kyu adalah bendahara klub, hari itu kami berpesta di tempat karaoke, bernyanyi dan tertawa bersama.



“ chaesa, masa kita berpesta hanya seperti ini sih, kurang seru” kata Kang in saat itu “Bagaimana kalau kita memesan minuman” katanya lagi.

“Kita belum cukup umur untuk minum alkohol,” sahut Kyu.

“ Kyu ahhh…kau polos sekali, tidak apa-apa lagipula pemilik tempat ini adalah pamanku, kita pasti bisa mendapat minuman, aku rasa kalian setuju kan sama pendapatku” ajak Kang in kepada teman-teman yang lain.

“ SETUJU….” Sambut yang lain, “ Ya, ini saat yang tepat, ayo teman-teman kita minum shoju, aku rasa bukan masalah besar jika kita hanya minum sebotol” sahutku,.. “ Bendahara, kau tak usah kuatir kita tidak akan menggunakan uang klub untuk membayar minuman, aku yang akan traktir kalian, asal, satu orang hanya minum satu botol ya” kataku lagi.

Kami pun melanjutkan pesta dengan bersulang shoju , karna itu pertama kalinya kami minum alcohol, kami pun mabuk bahkan saat air dibotol belum habis,.

“ Aisshh..kalian ini payah sekali” kata Kang in “ Hai Kyu, kau tampaknya tidak begitu mabuk, kau antar ketua kerumahnya, biar aku urus teman-teman yang lain,” kata Kang in pada Kyu ,..“Kenapa harus aku, kau kan bisa” sahut Kyu ,…“ Kalian kan cukup dekat, jadi kau sajalah” elak Kang ini, Kyu pun hanya terdiam.



“ chaesa, rumahmu dimana” kata Kyu sambil membopongku,… “Rumahku disurga, akulah Cinderella haya..haya…Wentoria..Wenteoria…Bo Beep Bo Beep yuhu…” kataku ,.. “ Aishhh…kau ini tidak bisa minum tapi malah berlagak, kau membuatku repot, bagaimana ini, aku sudah ngantuk sekali” kesal Kyu ,…“ Aku tidak peduli lagi, daripada kau kutinggal di jalan, aku akan mengajakmu ke apartemenku” ucapnya.

Kyu tinggal sendirian di seoul karena dikampung halamannya tidak ada SMA yang bisa membuatnya diterima di Universitas Seoul, orang tuanya sangat ingin dia diterima disana sebab itu lah dia terpaksa tinggal sendiri di kamar yang hanya berukuran 4×3 meter yang jika dimusim dingin akan sangat dingin dan di musim panas akan sangat panas, dia menjadi anak yang mandiri dan pintar menghitung uang karna jika tidak begitu dia akan kesulitan mengatur hidupnya. Kyu sendiri adalah anak terpintar di sekolah ku, dialah yang mendapat nilai tertinggi saat ujian masuk, dan bertahan saat ujian kenaikan kelas, aku dan Kyu sudah sekelas sejak tingkat satu dan sekarang kami ditingkat 2, aku mengajaknya bergabung dengan klub ku karna aku tau dia sangat pintar mengatur uang, sejak kyu bergabung klub teater tidak pernah mengalami krisis uang, Kyu sendiri menerima ajakanku karna di klub teater dia bisa memakai computer sesuka hatinya, dia sangat menyukai game computer, tetapi karna dia tidak bisa membawa computer dirumahnya ke Seoul, dia mengalami penderitaan dan dia bahagia sekali saat aku mengajaknya bergabung.



“ AH,… panas sekali kamarmu Kyu” kataku. Saat ini memang awal musim panas dan kamar Kyu benar-benar panas. “ Kau tidak usah mengeluh seperti itu, aku saja bisa bertahan” sahut Kyu. “ Ah aku tidak tahan” kataku sambil membuka pakaianku. “ Hah, apa yang kau lakukan, jangan buka bajumu, pakai cepat..” teriak Kyu sambil menutup matanya “Hoeks..” aku pun muntah. “ Kau mengotori kamarku” Kyu histeris sekali,.. “ Aku ngantuk, selamat tidur” kataku lagi,,. “ Kyaaa…kau jangan tidur, bersihkan muntahmu dulu” Kyu saat itu menarikku dan kemudian aku justru muntah lagi dibajunya. “ Ahhhh..sialan kau” lepas Kyu,. “Aku bahkan baru membeli baju ini kemaren, kenapa justru kau muntahi”, kemudian kyu membuka bajunya, dia hanya mengenakan kaos dalam dan kemudian membersihkan bekas muntahku, “ Padahal aku lelah sekali, kau benar-benar jahat chaesa” kesalnya, setelah membersihkan muntah ku, Kyu pun tertidur, dia tertidur di kaki ku,.

Dan paginya kehebohan itu terjadi, entah bagaimana caranya orang tua ku tau kalau aku menginap dikamar Kyu dan mereka bisa membuka pintunya, mereka memergoki kami sedang tidur dalam keadaan yang tidak bagus dan seketika itu juga mereka menghubungi orang tua Kyu, orang tua Kyu di kampung pun segera melesat ke seoul danberdiskusi dengan orang tua ku dan hasil diskusinya pun mengejutkan, mereka memutuskan untuk menikahkan Kyu dengan ku, mereka tidak peduli dengan penjelasan kami.Kami benar-benar menikah karna kecelakaan dan mulai saat itu kehidupan kami pun berubah.

Ya, inilah kisah pernikahan kami yang benar-benar tidak terduga.



To be continued